Cerpen part 4

Qia terbangun paginya dengan lesu. Tidak seperti biasanya, teriakan “Pagi dunia” khas miliknya tak tersembur keluar. Yang ada kali ini malah wajah manyunnya.

“Hmm…” gumam Qia bergolet di tempat tidurnya. Rasa malas bergayut kuat dalam dirinya untuk beranjak dari tempat tidurnya. Benar-benar bukan hal biasa untuk ukuran seorang Yoriqia.

“Malay banget dah gua skolah hari ini, latihan cheers, gara-gara papa mama en Imam tersayangnya itu. Jadi sakit-sakit dah badan gua denger nama kunyuk satu itu di sebut-sebut lagi di rumah ini. Baru kali ini gua berharap gak lulus SMA, biar gak perlu kawin sama orang gila!!!” batinnya.

Qia terus-terusan bermalas-malasan di atas tempat tidurnya, tak peduli jam diatas meja di sebelah tempat tidurnya terus memutarkan jarum-jarumnya dan hampir menyentuh pukul setengah tujuh pagi. Setengah jam sebelum sekolah di mulai. Qia hanya melirik sebentar, lalu menenggelamkan kepalanya di bawah bantal lagi.

Tiba-tiba ada ketukan kasar di pintunya.

“Siapa sih? Papa atau mama? Masa sih? Tumben banget belum berangkat. Pasti deh mo ngelanjutin omongan kemaren. Mbok Pinem kan gak mungkin berani bangunin aku,” batin Qia. Ia membiarkan ketukannya itu. Tapi ketukannya itu makin lama makin membahana di pagi yang sepi itu. Akhirnya daripada makin berisik dan tetangga pada dateng, dengan berat hati Qia melangkahkan kaki ke pintunya dan membukanya. Dan pemandangan yang di lihatnya membuatnya melongo. Masih mimpi kayaknya.

“QIAAAAAAAAAAAA!!!” teriak Rio di depan mukanya. Qia melongo dan menggosok-gosok matanya.

“Malah bengong! Masih tidur? Mandi sana bau banget gak sekolah?” lanjut Rio heboh.

“Hah?” jawab Qia masih belum sadar. Reaksinya malah membuat Rio menggendongnya ke kamar mandi di dalam kamarnya.

“Nih udah di gendong sampe kamar mandi, apa mau di mandiin juga?” kata Rio melotot.

“Weish… Langkahin dulu mayatku!” jawab Qia mencibir.

“Cepetan mandi udah jam segini dasar cewek gila!!!”

“Kamu yang gila pagi-pagi udah ke kamar cewek aja! Dasar sinting!”

“Kamu sih cewek setengah cowok jadi gak masalah. Ayo buruaaaaaaan!!!”

“Males ah sekolah hari ini! Emang kenapa sih? Lagian kamu tumben banget kesini pagi-pagi. Ngapain sih?” Qia emosi

“Aku tuh lumutan nungguin kamu dari pagi tau gak? Lupa kamu hari ini ada apaan?” jawab Rio gak kalah emosi.

“Apa?” jawab Qia ketus.

“Hari jadian kita, Sayang…” tiba-tiba Rio merubah ekspresi wajahnya yang membuat wajah Qia ikut berubah menjadi ekspresi sebal.

“Iiiiiiiiiiiiiiiiih jijik.”

“Jangan gitu donk tuan putri… Emang aku tai kucing?” canda Rio yang di sambut tawa membahana Qia. Tiba-tiba Rio teriak.

“QIAAAAA!!! Cepetan udah jam enam empat limaaaaa!!!”

“HAAAAAAA!!!” Qia ikut teriak dan langsung membanting pintu kamar mandinya.

Rio tersenyum menatap tingkah sahabatnya itu. Sahabatnya dari kecil. Pujaan hatinya. Wanita yang pada siapa ia rela memberikan apapun untuknya. Tanpa kecuali.

Lima belas menit kemudian, Qia keluar dari kamar mandinya hanya dengan berbalut handuk. Rio tersenyum malu dan geli. Jam sudah menunjukkan waktu tepat pukul 7, saatnya bel sekolah berbunyi dan gerbang di tutup. Dan Qia, berani-beraninya tampil seperti itu di depannya. Dan saat memandangnya, Qia melotot.

“Ada dua pilihan buat kamu. Satu, kamu keluar. Dua, kamu duduk disitu tapi hadap sana cium tembok dan sekali kamu lirik aku, aku congkel matamu pake sikat gigiku!!!” ancam Qia yang membuat Rio semakin geli.

“Males banget aku ngintip kamu! Badan rata semua gitu ih yang ada aku muntah liat kamu,” jawab Rio tanpa mampu menahan tawanya.

“Udah cepet pilih!” jawab Qia dengan nada manja khas darinya. Rio segera mencium tembok.

“Nih, bukti klo aku lebih pilih cium tembok daripada liatin badan rata kamu,” jawab Rio semakin geli.

Qia cemberut, dan sambil tergesa bersiap-siap, matanya tak lepas memperhatikan Rio.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s