Air

Air. Siapa orang di dunia ini yang gak butuh air setiap harinya? Setiap hari kita semua pasti butuh air. Tapi kebanyakan dari kita lalai, merasa bahwa air adalah potensi yang tidak akan pernah bisa habis. Kita biasa mandi sepuasnya, buang2 air seenaknya, cuek dengan keran yg bocor, air yg luber di bak dianggap sepele, air mineral botolan yg murah dengan mudah dibuang sebelum isinya habis, air. Dengan segala problemanya.

Mungkin kita saat ini yang membaca tulisanku ini sedang tidak berkutat dengan masalah kekeringan. Tapi coba tengok banyak tempat di Indonesia. Banyak yang harus dengan amat terpaksa meminum air2 di kubangan kotor demi memenuhi keringnya tenggorokan mereka. Anak2 kecil harus berjalan berkilo-kilo meter untuk mengambil seember air yg belum tentu layak di konsumsi. Tidakkah hal ini menyentuh hati kita?

Kita yang diberi anugrah dengan air yang berlimpah, tidak boleh lupa. Dunia ini bukan hanya milik kita, tapi juga milik anak cucu kita. Tidakkah terbanyang di benak kita bagaimana kehidupan di bumi kita ini pada tahun 2050? Sempat terbaca olehku artikel yang mengatakan bahwa kemungkinan besar orang2 yang hidup pada tahun 2050 hanya akan dapat meminum air setengah gelas per hari. SETENGAH GELAS PER HARI!!! Coba bandingkan dengan kita yang bisa dengan nikmatnya membuang2 air. Aku misalnya, secara rutin, meminum segelas air setiap bangun tidur. Segelas sebelum makan, 2 gelas setelah makan di kali 3 misalnya, sudah 9 gelas. Artinya secara rutin aku meminum 10 gelas per hari. Itu belum termasuk ketika aku haus, kelelahan, dan lain2.

Dalam artikel tersebut juga dikatakan bahwa global warming juga semakin parah. Dengan mudahnya terlihat orang2 yang terkena kanker kulit. Dan karena begitu sulitnya air, orang2 disana memakai baju sekali pakai karena tidak bisa ¬†mencuci. Dan itu malah semakin menambah tumpukan sampah di bumi. Tidakkah kalian mengetahui bahwa di luar angkasa pun tumpukan sampah sudah bisa terlihat, hasil “keberhasilan ” manusia2 dengan perkembangan teknologinya?

Belum lagi hutan2 dan pohon yang kini semakin dipangkas habis. Misalnya Tissue. Karena harganya yang murah, kita seenaknya saja memakainya tanpa pertimbangan. Tissue yang masih bisa digunakan langsung dibuang. Tissue lecek aja udah gak mau di pake. Padahal tissue terbuat dari pohon juga kan?

Kertas? Kertas murah. Kertas di buang2. Kertas itu awalnya pohon!!!

Coba buka hati kalian, pohon yang sudah sudah payah mencoba bertahan hidup dan memberikan segala yang terbaik dari mereka, mulai dari oksigen, pertahanan terhadap banjir, penyedia air, kertas, tissue, dan lain2, hargailah! Jangan mentang2 punya uang lalu menganggap remeh segalanya. Cobalah mulai sekarang dipilih2. Kalo belanja masih bisa di pegang atau masukin tas, gak perlu kan pake plastik? Cuma nambah sampah aja…

Ups, padahal judulnya air malah tentang Go Green ya? Ya sutralah… Ayo kita kerja sama bareng, For the better life…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s