Kisah Tentang Mereka (part 4)

Keesokan harinya, Nita terbangun dan menggosok-gosok matanya yang masih mengantuk, sambil berjalan keluar hendak menyiapkan kopi. Tapi ternyata, Ricko sudah terlebih dahulu berada disana, duduk menghadap meja dapur, memegang gelas yang sudah kosong, melamun.

Nita berjalan menghampiri, dan mengusap lembut punggung Ricko.

“Lo gak tidur ya, Rick?”

Ricko menggeleng lemah.

“Mau ngampus?” tanyanya lagi. Lagi-lagi Ricko hanya menggeleng.

“Gue bikinin roti bakar, mao gak?”

Ricko menatapnya, dan mengangguk.

“Gak semua salah lo kok, Rick,” kata Nita sambil mulai mengambil roti di rak. Tidak ada jawaban.

Nita mengoleskan mentega, memasukkan dua lembar roti tawar, menyalakan pemanggang roti, dan kemudian memeluk Ricko dari belakang.

“Semua bakal baik-baik aja. Mia akan baik-baik aja. Lo juga bakal baik-baik aja,” katanya lembut.

“Gue harap juga begitu,” jawab Ricko tak bersemangat.

Terdengar langkah kaki. Mia datang. Nita segera melepaskan pelukannya dan menatap kaget Mia.

“Pagi, Cantik!” sapa Ricko. Ekspresi wajahnya berubah seketika. “Mau aku bikinin sarapan?”

Mia terdiam.

“Ayo semangat donk, Princess…” katanya lagi dengan senyum lebar.

“Mia gak mau kuliah hari ini!” jawab Mia.

“Oke… Terus mau apa?”

“Mau Nita sama Ricko juga disini, nemenin Mia. Cerita soal kemaren.”

“Bukannya lo satu-satunya orang yang harusnya cerita?” kata Nita ketus. Mia menatapnya kaget.

“Kamu gak diapa-apain kok, Mi,” kata Ricko cepat. Mia menatap Ricko tajam.

“Siapa yang nemuin Mia?” tanya Mia lagi.

“Aku,” jawab Ricko.

“Kita,” sanggah Nita.

Mia menatap tajam wajah Nita.

“Indra gimana?” tanya Mia lagi.

“Gua laporin polisi kemaren,” jawab Nita datar. Mia menunduk, dan mulai menangis. Melihat hal ini, Nita kemudian menghampirinya, dan memeluknya.

“Lo masih suci kok, Mi…” kata Nita lembut.

“Ya… Anggap aja ngasih sedekah sedikit, kasian, cowok gila yang cuma bisa nonton film en ngebayangin aslinya, akhirnya bisa liat juga,” lanjutnya lagi dengan nada bercanda.

Mia tersenyum kecil mendengar candaan dari Nita. Tapi berbeda dengan Mia, Ricko malah menghampiri Nita dan menjitak kepala bagian belakang Nita dengan keras.

“Aw!!!” teriak Nita sambil mengelus-elus kepalanya. “Sakit, tau!”

Alih-alih berhenti, Nita malah melanjutkan gurauannya.

“Atau Indra biasanya main sama cewek-cewek pinggir jalan, cewek bekas, cewek jadi-jadian, kali ini pengen tau gimana cewek tulen baik-baik,” katanya sambil berlagak serius. Ricko menjitaknya lagi. Kali ini Nita membalas, Ricko membalasnya lagi, dan akhirnya saling adu jitak sampai akhirnya Mia tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya, yang disambut dengan tawa lepas dari kedua sahabatnya.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s