Angin yang Membinasakan

Ia kembali datang dengan sedikit angin segar ketika aku sedang sangat membutuhkannya. Aku, yang sudah begitu lama tinggal dalam gelap dan sedang menantikan kebebasan, keluar dari kotak yang telah lama membelengguku. Aku tidak pernah inginkan pertolongan itu datang darinya, tapi aku sedang sangat terdesak! Aku merasa sangat tercekik, seperti kehabisan oksigen yang membuat paru-paruku seakan berkerut karenanya. Terasa seperti ikan yang menggelepar di pasir panas setelah diangkat dari lautan indahnya. Aku butuh, sangat butuh udara. Tapi entah mengapa harus datang darimu.. Entah mengapa harus kamu yang memberikannya, ketika setengah mati sudah kuupayakan untuk membuatmu ‘mati’ dalam hidupku.

Lari tunggang-langgang, aku menggenggam harapan kehidupan darimu. Ingin sekali kuhirup angin yang kau bawa dalam plastik itu, ingin sekali. Aku butuh, butuh sekali.. Tapi aku yakin, akan ada sesuatu yang menyakitkan bila aku mencoba untuk menghirupnya. Aku tahu, harapan hidupku akan semakin nyata bila aku menerima uluran tanganmu. Tapi entah mengapa, aku ragu. Hatiku berkata TIDAK! Terus-menerus bergaung, memohon, menggema, dan mengemis padaku.

Jangan buka bungkusan itu! Kamu masih bisa hidup tanpa itu. Sabar.. Kamu pasti akan segera menyesal!

Kata orang, selalu turuti kata hatimu. Ah, kata hati? Mungkinkah hanya sebuah keangkuhan dan kegoisan semata kali ini? Menjaga harga diri dan mencoba menolak segala uluran tangan? Aku merasa seperti sedang menggenggam sebuah pisau dengan dua sisi yang tajam. Pisau itu bisa memberikanku hidup, tapi juga bisa melukaiku.

Perlahan tapi pasti, akhirnya aku membuka bungkusan itu. Aku menghirup udara segar yang telah lama kunantikan. Dadaku yang sesak terasa sedikit lega, hingga akhirnya aku melihatmu tersenyum dan berkata, “Enjoy the toxic..”

Sudah bolehkah aku meledakkan kepalamu sekarang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s